Oto

Chery Super Hybrid Terbaru Diklaim Bisa Tempuh Jarak hingga 2.000 Km

Jakara (KABARIN) - Produsen otomotif asal China, Chery, bikin gebrakan lewat teknologi Super Hybrid generasi terbarunya. Mobil keluarga dengan sistem plug-in hybrid ini diklaim sanggup menempuh jarak hingga 2.000 kilometer hanya dengan satu tangki bensin dan sekali pengisian daya baterai.

Menurut laporan publikasi otomotif Drive pada Senin, sistem plug-in terbaru ini dirancang untuk lebih irit bahan bakar sekaligus menghasilkan tenaga yang lebih besar. Kombinasi mesin bensin dan motor listriknya memungkinkan mobil melaju jauh lebih panjang dibanding generasi sebelumnya.

Menariknya, Chery memilih Australia sebagai lokasi pengungkapan generasi keenam teknologi hybrid tersebut. Sistem ini rencananya akan mulai digunakan pada model-model global populer mereka pada akhir 2026 atau awal 2027.

Jika dibandingkan dengan model hybrid Chery paling canggih yang saat ini dijual di Australia, yang punya jarak tempuh hingga 1.200 km, versi terbaru ini jelas melompat jauh. Klaim 2.000 km tentu jadi daya tarik utama, terutama buat kamu yang sering bepergian jarak jauh tanpa mau sering mampir SPBU atau charging station.

Meski belum diumumkan model mana saja yang akan memakai sistem baru ini, Chery memberi sinyal bahwa SUV akan jadi kandidat utama. Teknologi ini juga disebut bisa diterapkan pada model yang sudah ada lewat pembaruan tampilan dan peningkatan mesin.

"Ini semua bagian dari peningkatan, dengan peningkatan tahunan model, pembaruan tampilan, dan kemudian kami juga menyertakan peningkatan teknologi powertrain," kata Peter Matkin selaku direktur eksekutif teknik Chery untuk program internasional.

Secara teknis, Chery menyiapkan dua versi sistem hybrid terbaru. Untuk SUV dengan bobot 1.500 kg hingga 2.000 kg (setara kelas Tiggo 8 ukuran menengah) sistem DHT160 akan menghasilkan tenaga 160 kW dan torsi 275 Nm dari motor listriknya. Angka ini meningkat dari versi sebelumnya yang menghasilkan 150 kW.

Sementara itu, versi lebih bertenaga yakni DHT230 disiapkan untuk SUV yang lebih berat, dengan output mencapai 260 kW dan torsi 330 Nm.

Model Chery Super Hybrid yang saat ini beredar di Australia memadukan motor listrik dan transmisi hybrid dengan mesin empat silinder turbo bensin 1,5 liter. Pada generasi terbaru, keduanya mengusung desain motor “16 in one” yang diklaim lebih ringkas dan ringan, bobotya turun hingga 30 persen dan volumenya juga lebih kecil 30 persen.

Motor ini mampu berputar hingga 24.000 rpm dan dibekali teknologi pendinginan baru yang meningkatkan pembuangan panas hingga 40 persen saat menarik beban.

Untuk baterainya, Chery menyematkan paket lithium besi fosfat (LFP) berkapasitas 18,46 kWh yang diklaim lebih tahan lama serta memiliki ketahanan lebih baik terhadap air dan tusukan. Ukurannya sedikit lebih besar dibanding baterai 18,3 kWh pada Tiggo 7 Super Hybrid, namun lebih kecil dari baterai 34 kWh pada Tiggo 9. Ke depan, baterai berkapasitas lebih besar disebut akan hadir pada SUV Chery yang lebih besar dan juga pikap terbaru mereka.

Dari sisi efisiensi, Chery menjanjikan peningkatan konsumsi bahan bakar sebesar 3 persen dibanding teknologi saat ini yang mencatat 2,98 liter per 100 km.

Sebagai gambaran, Tiggo 7 Super Hybrid saat ini diklaim memiliki jarak tempuh 1.200 km berdasarkan pengujian NEDC, dengan konsumsi bahan bakar 1,4 liter per 100 km dalam pengujian laboratorium yang lebih mengandalkan tenaga listrik. Tangki bahan bakar 60 liter pada model sekarang juga kemungkinan akan diperbesar untuk generasi mendatang.

Dengan klaim jarak tempuh sampai 2.000 km, Chery jelas ingin menggeser standar mobil hybrid jarak jauh. Tinggal tunggu realisasinya di jalan raya nanti.

Penerjemah: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: